Kalau saja
Kalau saja aku takkenal dia
Kalau saja aku tak berbicara kepadanya
Kalau saja aku tak bercanda dengannya
Kalau saja aku tak menerima pemberiannya
Maka aku tidak akan seperti ini....
Aku tak seperti apa yang kau bayangkan
Aku tak seperti apa yang kau harapkan
Aku tak seperti apa yang kau duga
Aku tak sepeerti apa yang selama ini kau lihat
Namun aku mencoba untuk bisa menjadi yang terbaik bagimu....
Minggu, 31 Agustus 2014
Di ufuk rindu untuk Ayah dan Emak
Wahai matahri senja,....
Izinka aku menceritakan isi hatiku yang hari ini merindukan ayah dan emak.
Desiran pasir dan hembusan angin yang menusuk qalbuku semakin menambah hiruk pikuk kegalauan di hatiku.
Bak pelangi yang tak pernah muncul dari singkapan awan mendung.
Angin,....
Desahanmu seaka membawakan aku pada suatu tempat rahasia, terdalam, jauh dari keramaian yang disebut cinta. Cinta yang dianugerahkan Allah saat ini kepadaku
Angin,..
Samapaikan cintaku pada ayah dan emak. Hari ini aku berada sangat jauh dari mereka. Walaupun jauh tapi aku tetap merasakan mereka selalu ada di hatiku.
Rumput-rumput yang subur,...
Aku ingin kalian tahu yang saat ini aku rahasiakan.
Aku sakit...
Aku sakit karena merindukan mereka
Ya Rabb,...
Semakin aku terdiam dalam renungan malamku, semakin aku rindu
Ayah....Emak...
Aku rindu...
Aku rindu pelukan ayah...
Aku rindu nasehat emak...
Ayah...Emak...
Doakan aku disini ya...
Aku akan berikan yang terbaik untuk kalian..
Aku janji
Promise me...
I'll be the best as you think....
Love you so much
Izinka aku menceritakan isi hatiku yang hari ini merindukan ayah dan emak.
Desiran pasir dan hembusan angin yang menusuk qalbuku semakin menambah hiruk pikuk kegalauan di hatiku.
Bak pelangi yang tak pernah muncul dari singkapan awan mendung.
Angin,....
Desahanmu seaka membawakan aku pada suatu tempat rahasia, terdalam, jauh dari keramaian yang disebut cinta. Cinta yang dianugerahkan Allah saat ini kepadaku
Angin,..
Samapaikan cintaku pada ayah dan emak. Hari ini aku berada sangat jauh dari mereka. Walaupun jauh tapi aku tetap merasakan mereka selalu ada di hatiku.
Rumput-rumput yang subur,...
Aku ingin kalian tahu yang saat ini aku rahasiakan.
Aku sakit...
Aku sakit karena merindukan mereka
Ya Rabb,...
Semakin aku terdiam dalam renungan malamku, semakin aku rindu
Ayah....Emak...
Aku rindu...
Aku rindu pelukan ayah...
Aku rindu nasehat emak...
Ayah...Emak...
Doakan aku disini ya...
Aku akan berikan yang terbaik untuk kalian..
Aku janji
Promise me...
I'll be the best as you think....
Love you so much
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pelipis-pelipis cinta
Pelipis pelipis cinta
Syair yang tersirat dari bibirmu
Selalu mengingatkan aku pada kejadian itu
Dimana aku tidak bisa lagi mengendalikan perasaanku yang menggebu-gebu
Merasuk ke dalam riuhan rindu yang syahdu
Ayah, Ibu...
aku rindu..
Ingin rasanya aku berlari ke arahmu ibu
Hasrat hatuku ingin memlukmu ayah
Menggapai suara suara penyemangatku
Yang selalu aku dengarkan dari ayah dan ibu
Ya Rabb,
Izinkan aku bersama mereka
Sampai akhirnya aku bisa membahagiakan mereka
Dan akhirnya
Butiran-butiran mutiara halus mengkristal
Jatuh dari pelipis pelipis cintaMu
Syair yang tersirat dari bibirmu
Selalu mengingatkan aku pada kejadian itu
Dimana aku tidak bisa lagi mengendalikan perasaanku yang menggebu-gebu
Merasuk ke dalam riuhan rindu yang syahdu
Ayah, Ibu...
aku rindu..
Ingin rasanya aku berlari ke arahmu ibu
Hasrat hatuku ingin memlukmu ayah
Menggapai suara suara penyemangatku
Yang selalu aku dengarkan dari ayah dan ibu
Ya Rabb,
Izinkan aku bersama mereka
Sampai akhirnya aku bisa membahagiakan mereka
Dan akhirnya
Butiran-butiran mutiara halus mengkristal
Jatuh dari pelipis pelipis cintaMu
Apa ini
Apa Ini???
Apa ini, perasaan apakah ini
Ketika aku melihat raut wajahnya
mungkinkah dia sadar akan tatapan mataku ini
Adakah dia tetap larut akan bauran suasana kasih nan mesra bersama temannya?
Entahlah...
Aku menyadari bahwa dia tak menilikku sedikitpun
Wajar saja akan hal itu
Karena aku tidak berharga dimatanya
Aku hanya sekedar teman biasa baginya
Tapi, bagiku berbeda.....
Kenapa setiap kali memandang wajahnya janyungku berdetak kencang
Aliran darahku seakan berhenti
Denyut nadiku sepertinya tiada aku rasakan lagi
Mungkinkah.....
Ini yang dinamakan jatuh cinta...
saat ini yang aku rasakan adalah cinta
Ya Rabb,
Bimbinglah aku selalu
Hindarkan aku dalam jurang cinta yang semu
Jauhkan aku dari nafsu yang menghantui perasaanku
Aku takut jikalau terjatuh dalam jurang cinta tanpa akhir ini
Karena ini bukan saatnya aku harus mencintai seseorang
Ya Allah...
Bawa aku masuk kedalam cintaMu
Izinkan aku meraih kasihMu
Aku ingin mencintaiMu seutuhnya Rabbku
Sebenar-benar aku cinta dalam doaku, langkahku dan nafasku......
Karena cinta yang sesungguhnya hanya ada padaMu
Apa ini, perasaan apakah ini
Ketika aku melihat raut wajahnya
mungkinkah dia sadar akan tatapan mataku ini
Adakah dia tetap larut akan bauran suasana kasih nan mesra bersama temannya?
Entahlah...
Aku menyadari bahwa dia tak menilikku sedikitpun
Wajar saja akan hal itu
Karena aku tidak berharga dimatanya
Aku hanya sekedar teman biasa baginya
Tapi, bagiku berbeda.....
Kenapa setiap kali memandang wajahnya janyungku berdetak kencang
Aliran darahku seakan berhenti
Denyut nadiku sepertinya tiada aku rasakan lagi
Mungkinkah.....
Ini yang dinamakan jatuh cinta...
saat ini yang aku rasakan adalah cinta
Ya Rabb,
Bimbinglah aku selalu
Hindarkan aku dalam jurang cinta yang semu
Jauhkan aku dari nafsu yang menghantui perasaanku
Aku takut jikalau terjatuh dalam jurang cinta tanpa akhir ini
Karena ini bukan saatnya aku harus mencintai seseorang
Ya Allah...
Bawa aku masuk kedalam cintaMu
Izinkan aku meraih kasihMu
Aku ingin mencintaiMu seutuhnya Rabbku
Sebenar-benar aku cinta dalam doaku, langkahku dan nafasku......
Karena cinta yang sesungguhnya hanya ada padaMu
CAHAYA KEHIDUPAN
Cahaya kehidupan
especially
inspired by My Mother
Disaat aku lemah
tak berdaya
Tak dapat
berdiri tegak seperti sedia kala
Kau datang
membawa cahaya kehidupan
Yang dapat
menerangi jiwa dan ragaku
Kau melantunkan
kata demi kata
Bait demi bait
ayat-ayat cintaNya untuk ku
Suara merdumu
menghiasi kamar peristirahatanku
Di kamar ini kau
peluk dan rangkul aku
Agar aku bisa
menjadi kuat kembali
Rambutmu yang
sudah memutih
Ibarat lantai
keramik disetiap sudut kamar ku
Tak menjadi
penghalang bagimu
Untuk terus
memperjuangkan masa depanku
Agar aku bisa
menjadi anak yang berguna
Kau mulai
tersenyum kembali
Ketika dokter
bilang
Aku akan pulih
kembali seperti sedia kala
Spontan saja kau
memelukku
Seakan ingin
meluapkan kesedihanmu menjadi kebahagiaan
Tak pernah aku
lihat wajahmu secerah matahari pagi
Yang menyinari
bumi Allah....
Terima kasih Ya
Allah...
Kau mengirimkan
bidadari cantik dalam kehidupanku
Sebagai cahaya
yang menghiasi hidupku sampai saat ini...
MATA MU YANG INDAH
MATA ITU
Mata mu yang indah
Bibirmu yang memerah
Rambutmu yang terurai hitam
Tak kuasa mata ku ini memandangi
Ciptaan sang Maha Kuasa
Sungguh ku berharap bidadari
cantik bisa menjadi milikku sepenuhnya
Hati, jiwa dan raganya..
Pandangan matanya yang tajam
Gerak jalannya yang mempesona
Membuatku terpana dan tak bisa
berkata-kata
Kuucapkan SubhanaAllah kepada
makhluk indah ciptaan Sang Maha Agung
Dilema Menikah
DILEMA MENIKAH
Setiap
waktu yang ku punya bersama ibuku dirumah, acap kali kami membahas tentang
masalah pernikahan. Padahal, aku belum memikirkan hal tersebut. Masih banyak
lagi yang harus ku gapai. Belum lagi gelar Sarjana yang pada saat ini masih aku
lakoni menjadi penghalang untuk ku mencapai Ridho Ilahi bersama seorang
pendamping. Ibu ku yang setiap saat mengkick
ku untuk segera menikah ataukah menyelesaikan Sarjana Pendidikan ku membuat
ku sering tersipu malu. Kalau ayah ku, tentu saja dia tak ingin anaknya nanti
tak memiliki pendidikan, oleh karenannya dia mati-matian mencarikan uang yang
banyak untukku. Bukan hanya aku yang menyicipi dunia perkuliahan tetapi adikku
yang paling bungsu juga saat ini sedang duduk dibangku perkuliahan. Hampir 2
tahun dia kuliah, sekarang ini sedang menjajaki semester 4 alias tingkat 2.
Terang
saja kalau ada laki-laki yang mendekati ku, ibuku langsung setuju dan
memberikan lampu merah untuk ku. Kalau adikku dia masih meragukan laki-laki itu
karena dia tau sekarang ini banyak sekali laki-laki yang hanya ingin
mempermainkan perasaan kakaknya. Pernah ada yang mendekatiku tapi akhirnya aku
putuskan dia, karena dia seorang pembohong besar, pecundang, pengecut bahkan
tidak bertanggung jawab. Benar apa yang adikku katakan selama ini, kalau
laki-laki itu hanya mempermainkan diriku. Sungguh malang nasibku dipermainkan
laki-laki. Masih saja ada yang menggangguku, tapi saat ini aku juga harus
berhati-hati dan pandai memilih pasangan yang akan menjadi suami ku kelak.
Dialah yang pantas menjadi imam untukku dan anak-anakku nantinya, agar
tercapainya Jannah yang terindah untukku dan keluargaku.
Semoga
impian ibuku mendapatkan seorang menantu yang mapan, baik, penyayang dikabulkan
Allah SWT, dan restu kedua orang tuaku
yang paling utama menjadikan penyemangat dalam hidupku untuk menjadi muslimah
solehah dan sejati. Aaamiiinnnn.......
Saat hati berperang melawan nafsu
Nafsu yang menggebu
Nafsu yang hanya membuatmu
Tersesat dilubang yang tak berujung
Mengapa hatiku begini
Seakan tiada rasa lagi
Rasa itu sudah mati dengan sendiri
Melawan hari-hariku yang akan sepi
Sepi tanpa seorang lagi
Yang sangat ku cintai dan ku sayangi
Akankah semua kan terulang lagi
Kesalahan yang tak perlu diungkapkan
Tapi sampai kapan
Semuanya akan ku dapatkan
Meski jauh kurasa dirimu kini
Tapi entah mengapa kau masih hadir dalam ingatan ku
Ku harus melupakanmu
Walau sakit yang harus aku rasa
Sakit karena kepergianmu
Membawa separuh jiwaku
Dimanakah hati itu
Hati yang sudah rapuh
Untuk yang terkasih.....
SENANDUNG CINTA DIBALIK HIJAB
Senandung Cinta dibalik Hijab
16
Januari 2010, saat itu usiaku (Iza) 20 tahun. Hmmm,...kata orang sih sudah
saatnya ne aku mencari jati diri dan cintaku. Maklumlah, orang tua kita
ngikutin zaman modern. Membiarkan anaknya untuk berpacaran sesukanya, bahkan
mereka sampai tidak bisa mengendalikan diri mereka. Dan akhirnya, lahirlah seorang
bayi malang tanpa pengakuan sang ayah. Beruntunglah kalau ada seorang laki-laki
yang mau bertanggung jawab terhadap bayi itu, tapi miris sekali ketika kita
menemukan seorang bayi yang tak berdosa berada ditempat sampah, bahkan sudah
tidak bernyawa.
Tetap
saja setan tertawa melihat tingkah laku mausia yang seperti itu, mengikuti hawa
nafsu saja tanpa memikirkan bagaimana masa depan mereka kalau mereka melakukan
hal-hal yang dapat menimbulkan dosa saja. Innalillahi,.... Semoga Allah
memaafkan dosa-dosa mereka.
Back
to me, setelah tamat dari sekolah menengah atas, aku berniat mewujudkan cita-citaku dan orang tua ku juga
untuk melanjutkan studi ku ke bangku perkuliahan. Good bye my Senior High
School. I hope U’ll be progressed by all my teachers there. Semoga. Amiin Y
Rabb.
Aku
masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN. Alhamdulillah aku bisa
lulus di USU (Universitas Sumatera Utara) terletak di Jl. Dr. Mansyur yang
sejak dulu aku impikan dipertengahan bulan Juli. Universitas yang familiar
dikalangan mahasiswa. Sama halnya dengan Mahasiswa yang tidak berasal dari
Medan aku juga tinggal di sebuah in the Kost tak jauh dari kampus tercinta. Jurusan yang aku kehendaki tak jauh-jauh dari
profesi ayahku saat itu ; pertanian. Ya memang kata orang pertanian itu susah
cari kerjanya. What ?????? Tapi akan aku buktikan anak pertanian bisa kerja
tanpa harus ada Dacking (orang dalam). Kata orang itu memang selalu salah ya,
anak pertanian yang belum sidang saja sudah bekerja, bahkan sudah PNS. Heemmmm,....Jangan
takutlah kalau ingin menjadi orang yang sukses.
Dibangku
perkuliahan banyak sekali ilmu, pengalaman dan teman-teman yang lucu yang tak
pernah aku dapat di sekolah dulu. Ketika di semester awal tentu saja bagi
mahasiswa baru belum mengenal kampusnya, so dikampus diadakanlah namanya OPSPEK (Orientasi Program Studi dan
Pengenalan Kampus), kalau di sekolah waktu itu namanya MOS (Masa Orientasi
Siswa). Saat itu aku dan kawan-kawan Fakultas Pertanian disuruh bawa topi
caping, pete, cabe, bawang pokoknya segala yang berbau tanaman lah (so pasti yang mudah didapat dan
dimakan). Jam 6 pagi sudah stand by dilapangan, siapa yang telat datangnya akan
dihukum. Hukumannya yaitu diceburkan ke paret kampus yang kotor dan bau. Hiii,
serem banget ya hukumannya. Aku pernah kena 1x cause telat z, yang akhirnya aku
harus mandi lagi diparet yang jorok. Baju kemeja putihku sudah tak tampak putih
lagi, sudah disulap menjadi warna hitam yang gak jelas. Heee,., itu cerita
disemester awal.
Sebulan
setelah OPSPEK berlalu, aku dan kawan-kawan kembali berkuliah seperti biasa.
Banyak kakak kelas yang menawarkan organisasi internal maupun eksternal kampus.
Berbagai macam organisasi dikampus hingga hanya beberapa saja yang aku tahu,
diantaranya LDK (Lembaga Dakwah Kampus), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim
Indonesia), HIMMAH (HImpunan Mahasiswa AL Washliyah), HMI (Himpunan Mahasiswa
Islam), dll.
Sampai
pada akhirnya rasa ingin tahuku tentang organisasi dikampus, lalu aku
memutuskan untuk mengikuti salah satu organisasi kampus yang menurutku
bermanfaat didunia dan akhirat. LDK, ya pilihan yang tepat untukku, aku
mengikuti rangkaian acara LDK selama 2 hari. Perekrutan dari LDK dinamakan PPI
I (Program Pemahaman Islam I) sebagai gerbang awal aku mengikuti LDK. Dari LDK
lah aku mendapatkan seorang kakak pendamping yang bisa membimbingku melangkah
ke awal memakai hijab yang sebenarnya. Hijab atau yang biasa kita sebut Jilbab
merupakan sehelai kain suci yang dapat mengantarkan kita kepada kebaikan dan
perlindungan dari Allah *). Sudah tertera denga jelas kewajiban seorang wanita
muslimah untuk menutup auratnya dengan berjilbab sebagaimana terdapat dalam Al
Qur’an surah An Nur (24 : 30-31), Al Ahzab (33 : 32 dan 59).
Dipertengahan bulan Oktober untuk pertama kalinya aku
mengikuti Tarbiyah bersama kawan-kawan. Serulah, disitu aku diajarkan mengaji
dengan tajwid yang benar, mendapatkan ilmu, boleh bertanya apa saja yang aku
mau dan diajarkan untuk bisa berbicara dengan lebih berani ditambah lagi dengan
diberikannya konsep dakwah.
Semuanya berlanjut
hingga kakak pementor ku meminta ku untuk mengikuti follow up dari PPI I yaitu
PPI II. Aku tidak tahu kapan yang pasti itulah yang beliau katakan padaku.
Detik ke detik, menit
ke menit, jam ke jam, hari berganti hari, bulan pun mulai berganti hingga
akhirnya PPI II aku tinggalkan. Memang tak ada minat untuk mengikutinya. Aku
mulai berganti haluan, aku mencoba mengikuti organisasi eksternal kampus. KAMMI,
antara LDK dan KAMMI tidak jauh berbeda, hanya saja KAMMI organisasi eksternal
kampus. Gerbang awal menuju KAMMI adalah Training Motivasi (Pra DM). Setelah
mengikuti Training tersebut ternyata masih ada follow up-nya yaitu DM I
(Daurhah Marhalah I) yang sebelumnya calon kader harus mengikuti beberapa tes
yang sudah dirancang oleh panitia. Tes pertama adalah rekomendasi dari kakak
pementor, tes kedua adalah tilawah, dan yang terakhir adalah wawancara. Sangat
tersirat difikiranku pertanyaan yang pernah dilontarkan kepadaku adalah tentang
PACARAN. Menurut pandanganku, pacaran itu tidak ada dalam Al Qur’an dan sama
sekali tidak diajarkan oleh Rasulullah sendiri, pacaran adalah budaya orang
kulit putih (Barat) yang telah masuk ke Indonesia sejak dulu. Jawaban yang
sempurna, sampai-sampai aku tidak tahu berapa skor yang aku peroleh dari
menjawab pertanyaan itu.
Setelah mengikuti DM
I selama 3 hari 2 malam, maka aku resmi telah menjadi pengurus di KAMMI dalam
suatu musyawarah (MUSKOM I & II).
Ketika semester 2
sampai 3 tidak ada kendala untuk ku melakukan kewajiban ku sebagai anggota dan tidak
melanggar Bai’at yang sudah diucapkan jauh-jauh hari saat DM I. Maka diakhir
semester 4, aku mengenal sosok seorang
ikhwan tarbiyah yang tak jauh juga dari kampus bahkan aku hanya mengenal
namanya saja. Ya, dia yang tak perlu aku sebutkan namanya.
Persoalannya waktu
itu dia ingin mengulang mata kuliah
semester 4 lantaran dia mendapatkan nilai C. So, dia ingin namanya juga
dituliskan diabsen, ketika itu bahkan sampai sekarang aku yang terkadang
memegang absen. Lalu komunikasi pun dimulai dari ku, karena rasa penasaran yang
saat itu dihatiku. Aku berinteraksi lewat sms saja. Bahkan aku tak sadar apa
yang telah aku bicaraka bersamanya lewat mobile phone.
Sudah
berminggu-minggu aku melakukan hal tersebut. And then, suddenly, dia pun mulai
mengajak ku keluar malam, jalan-jalan, makan-makan. Indahnya pada saat itu, aku
pun tak tahu kenapa aku bisa seperti itu, padahal aku tahu hal itu memang
terlarang untuk kami berdua. Berkhalwat, peganga tangan, sempat kami lakukan.
Betapa berdosanya aku. Ya Rabbi, ampuni dosaku.
Tak berapa lama
sekitar 6 bulan ku jalani hubungan terlarang tersebut, in fact, hubungan ku
dengannya akhirnya ketahuan. Padahal, aku sudah menutupinya dengannya,
kawan-kawan dari organisasi menanyakan hal ini. Sampai akhirnya aku pun diiqob
selama 2 bulan.
Selama 2 bulan ku
jalani iqob ku, dari mulai Februari-April. So iqobku pun selesai. Aku tak tahu
apakah dia juga diiqob ataupun tidak.
Bahkan aku tak bisa
melupakan dia, jadi kami masih menjalani hubungan terlarang ini. Meskipun aku
sering mendesak dia untuk menikah dengan ku.
bersambung....
Langganan:
Postingan (Atom)